Daftar Isi Clicking Here!

Ad 468 X 60

Terlepas berhasil menjadi baik atau tidak itu urusan nanti, yang penting selalu berusaha baik !
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2020

Pahlawan Sejati

Pada zaman dahulu, sepasukan tentara tengah berperang dengan sebuah negara. Saat tiba di sebuah kota, komandan pasukan itu menangkap dua orang pria di kota itu. Adapun salah satu diantaranya seorang yang sudah tua dan seorang lagi seorang pemuda.

Berkata komandan : “Aku akan membebaskanmu dari hukuman apabila kalian berdua mau memberitahukan kepadaku jumlah tentara di kota ini dan dimana tempat persembunyiannya, tapi apabila kalian tidak mau mengabarkannya maka aku akan membunuh kalian berdua”.

Berkata seorang tua kepada komandan : “Aku akan mengabarkan kepadamu semuanya, akan tetapi aku takut akan pemuda ini, yang mana ia akan mengabarkan kepada kaumku dan mereka akan membunuhku. Oleh karena itu aku berharap agar engkau membunuhnya agar aku tenang”.

Maka komandan membunuh pemuda itu, Lalu berkatalah orang tua :

“Ketahuilah sesungguhnya pemuda yang engkau bunuh ini adalah anakku, sungguh aku takut dia akan membocorkan rahasia tentara kami bila kalian menyiksanya, dan sekarang saya berada dihadapanmu maka lakukanlah apa sekehendakmu, maka sungguh aku tidak akan membuka rahasia sedikitpun”.


📚 (Silsilah Ta’lim Lughatul ‘Arabiyah Al Mustawa Tsaani Al Kitaabah Hal : 116)

✍️ Abu Muhammad Yusuf Ansharullah Read more »

Kisah Pelanggaran Hari Sabtu

Kisah menarik tentang pelanggaran kaum Bani Israil terhadap perintah Allah سبحانه وتعالى.

Perintah untuk mengagungkan hari sabtu sebagai hari peribadatan.

Kisah ini diabadikan dalam Al Qur’an dalam beberapa tempat, diantaranya :

“Dan Sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang Kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”

(QS Al-Baqarah: 65-66)


"Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik."

(Al-A’raaf: 163)


Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan kota tersebut dikenal dengan nama Ailah, berada di tepi laut Qalzum (laut Merah) terletak diantara kota Madyan dan Bukit Tur.


Ibnu Abbas رضي الله عنه pernah mengatakan,

“Sesungguhnya hal yang difardukan oleh Allah kepada kaum Bani Israil pada mulanya adalah sama dengan hari yang difardukan oleh Allah kepada kalian (kaum muslimin) dalam hari raya kalian, yaitu hari Jumat.
Tetapi mereka menggantinya menjadi hari Sabtu, lalu mereka menghormati hari Sabtu (sebagai ganti hari Jumat) dan mereka meninggalkan apa-apa yang diperintahkan kepadanya. Tetapi setelah mereka membangkang dan hanya menetapi hari Sabtu, maka Allah menguji mereka dengan hari Sabtu itu dan diharamkan atas mereka banyak hal yang telah dihalalkan bagi mereka diselain hari Sabtu. Maka Allah mengharamkan mereka melakukan perburuan ikan di hari Sabtu, juga mengharamkan memakannya di hari itu."


Tersebutlah apabila hari Sabtu tiba, maka ikan-ikan datang kepada mereka terapung-apung di dekat pantai mereka berada. Tetapi apabila hari Sabtu telah berlalu, ikan-ikan itu pergi semua hingga mereka tidak dapat menemukan seekor ikan pun, baik yang besar maupun yang kecil.


Mereka tetap dalam keadaan demikian dalam waktu yang cukup lama memendam rasa ingin memakan ikan.

Kemudian ada seseorang dari kalangan mereka sengaja menangkap ikan dengan sembunyi-sembunyi di hari Sabtu, lalu ia mengikat ikan tersebut dengan benang, kemudian melepaskannya ke laut; sebelum itu ia mengikat benang itu ke suatu pasak yang ia buat di tepi laut, lalu ia pergi meninggalkannya.

Keesokan harinya ia datang ke tempat itu, lalu mengambil ikan tersebut dengan alasan bahwa ia tidak mengambilnya di hari Sabtu. Selanjutnya ia pergi membawa ikan tangkapannya itu, kemudian dimakannya.

Pada hari Sabtu berikutnya ia melakukan hal yang sama, temyata orang-orang mencium bau ikan itu. Maka penduduk kampung berkata, “Demi Allah, kami mencium bau ikan.”

Kemudian mereka menemukan orang yang melakukan hal tersebut, lalu mereka mengikuti jejak si lelaki itu. Mereka melakukan hal tersebut dengan sembunyi-sembunyi dalam waktu cukup lama; Allah sengaja tidak menyegerakan siksaan-Nya terhadap mereka, sebelum mereka melakukan perburuan ikan secara terang-terangan dan menjualnya di pasar-pasar.


Ibnu Abbas رضي الله عنه melanjutkan kisahnya,

“Ketika mereka dalam keadaan demikian, maka pada pagi harinya orang-orang yang tidak ikut berburu di tempat perkumpulan dan peribadatannya merasa kehilangan orang-orang yang berburu, mereka tidak melihatnya. Kemudian sebagian dari kalangan mereka berkata kepada sebagian yang lain, ‘Orang-orang yang suka berburu di hari Sabtu sedang sibuk, marilah kita lihat apakah yang sedang mereka lakukan.’

Lalu mereka berangkat untuk melihat keadaan orang-orang yang berburu di rumah-rumah mereka, ternyata mereka menjumpai rumah-rumah tersebut dalam keadaan terkunci.

Ternyata pada pagi harinya mereka menjadi kera di dalam rumahnya masing-masing, dan sesungguhnya orang-orang yang melihat keadaan mereka mengenal seseorang yang dikenalnya kini telah berubah bentuk menjadi kera. Para wanitanya menjadi kera betina, dan anak-anaknya menjadi kera kecil.”


Ibnu Abbas رضي الله عنه yang mengatakan,

"Sesungguhnya nasib yang menimpa mereka yang melakukan perburuan di hari Sabtu ialah mereka dikutuk menjadi kera sungguhan, kemudian mereka dibinasakan sehingga tidak ada keturunannya."

"Mereka hanya hidup di bumi ini selama tiga hari. Sesudah rupa mereka dikutuk dan diubah, mereka tidak mau makan dan minum serta tidak dapat mengembangbiakkan keturunannya."


Demikianlah Allah سبحانه وتعالى dapat melakukan terhadap siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia dapat mengubah rupa ke dalam bentuk seperti apa yang dikehendaki-Nya.



📚 Tafsir Ibnu Katsir


______

✍️ Abu Luqman Abdurrahman Read more »

Jumat, 18 Oktober 2019

Kumpulan Mahfuzhat (Kata Hikmah)

لا تؤخر عملك إلى الغد ما تقدر أن تعمله اليوم
Jika bisa dikerjakan hari ini mengapa harus menunggu besok?
(textual : Jangan kau akhirkan pekerjaanmu ke esok hari, jika kau mampu mengerjakannya hari ini)

الكلام ينفذ ما لا ينفذه الإبر
Ucapan itu lebih tajam daripada jarum
(textual : Kata-kata itu dapat menusuk melebihi jarum)

ترجو النجاة ولم تسلك مسالكها إن السفينة لا تجري على اليبس
Berharap bahagia tanpa menempuh jalannya, adakah bahtera yang berlayar di daratan?
(textual : Kau mengharap keselamatan namun tidak menempuh jalannya, sungguh kapal itu tidak ada yang berjalan di daratan) Read more »

Senin, 09 September 2019

LISAN KEJI ORANG “SHALIH”

Thaha Husein.
Namanya adalah legenda.
Legenda modernisasi dan liberalisasi.
Setidaknya di Mesir.
Meski kemudian efeknya ke mana-mana.
Termasuk di Indonesia.

Sepulangnya dari Perancis...
Thaha Husein “menggila” dengan ide-ide barunya.
Memporak-porandakan tatanan Islam
di bumi Kinanah;
negeri para qurra’,
tanah air para fuqaha’ dan ulama,
kampung halaman para mujahidin...

Tapi mungkin tidak banyak yang tahu:
Jika Thaha Husein seorang penghafal al-Qur’an.
Matanya buta sejak kecil.
Ia pun dimasukkan ke salah satu “kuttab”
untuk kemudian melewati hari-harinya
bersama ayat demi ayat al-Qur’an,
mengukirnya dalam hafalan yang kukuh.

Hingga akhirnya,
Thaha Husein berhasil menuntaskan hafalannya
sebelum usianya menggenapi 10 tahun!

Hingga terjadilah hari itu dalam hidupnya...
Hari di saat ia ikut dalam sebuah musabaqah,
untuk membuktikan kualitas dirinya
sebagai seorang “hafizh”;
sebuah gengsi yang diimpikan banyak kaum beriman...


Hingga akhirnya satu “syekh” penguji memanggilnya.
Tapi tidak dengan panggilan biasa.
Setidaknya untuk seorang anak buta
yang membaktikan masa kecil untuk Kitabullah.
“Syekh” itu memanggilnya: “Hai Anak buta!”

Begitulah kononnya...
Pendek saja kalimat itu.
Tapi sudah cukuplah ia mengubah segalanya.
Panggilan keji dari lisan “orang shalih” itu
lebih sembilu di hati Thaha Husein dari apapun.

Sejak hari itu,
Thaha bergolak penuh benci
pada semua yang beraroma “al-Azhar”!
(meskipun ia sempat belajar di al-Azhar).
Ia benci pada ulama.
Pada apapun yang beraroma “agama”.

Benar sekali.
Cukup dengan “Hai Anak buta!”,
“Syekh yang shalih” itu telah melahirkan
Seorang Thaha Husein yang kita kenal hari ini:
Seorang pemikir yang tersimpang jalan,
yang mendorong wanita Mesir menanggalkan hijabnya,
yang menginspirasi lahirnya liberalis-liberalis baru,
yang buku-bukunya menjadi rujukan para Zindiq,
yang kebijakannya saat menjadi menteri pendidikan Mesir
“meruntuhkan” nilai-nilai Islam di banyak lininya...

Lisan sungguh tak bertulang.
Lisanmu adalah jejak surgamu,
atau jurang nerakamu...

Betapa kita, orang-orang yang merasa shalih;
“hanya” karena tekun merangkai sujud demi sujud,
“hanya” karena tekun merapal tasbih dan dzikir,
“hanya” karena janggut bertumbuh dan hijab terjulur,
Seringkali tak tertahankan nafsu jiwa untuk menyemat:
gelar-gelar tak patut pada selain kita...
cap-cap busuk pada yang kita anggap pendosa...

Susah benar hamba yang katanya “penuntut ilmu” ini:
untuk berhalus-lembut pada sesama kaum mukminin.
Untuk menimbang kata sebelum terucap.

Kita tak pernah tahu –wal ‘iyadzu biLlah-:
Mungkin ada satu kata kita dahulu
yang akan melahirkan “Thaha Husein” baru...
Kata yang tak pernah kita timbang
dengan timbangan akhirat yang abadi.

Wahai para ustadz-ustadzah...
Wahai para ayah-bunda...
Wahai para guru...
Wahai engkau yang bercakap di hadapan​ kamera...
Wahai engkau yang menoreh kata di latar maya...
Timbang-timbanglah dengan jiwa,
agar kata yang tercurah hanya membawa bahagia
untuk jejak-jejak akhiratmu di sana...

Bukan sekedar kata
yang puaskan nafsu bicara dan amarah kebencian.
Sebab jika kata-katamu
hanya untuk itu:
hanya sesal sahajalah yang kau tuai
di hari akhiratmu...



Ustadz Dr. Muhammad Ihsan Zainuddin, Lc, MA Read more »

Senin, 23 Juli 2018

USAHA AJA, BIAR ALLOH YANG MENENTUKAN

Sebuah ceramah yang di dengarnya pagi itu membuatnya seperti mendapat pencerahan. Bahwa Alloh ingin hambaNya berkesempatan mengekpresikan rasa syukur nikmat, dalam syariat indah bernama Qurban.

Statusnya sebagai marbot masjid dengan upah pas pasan, bukanlah sebuah alasan. Ketika niat sudah di tancapkan. Apalagi di tambah dengan penjelasan.

Segelas teh dan sepotong gorengan. Betapa sudah mengaduk dada sebuah rasa syukur, terimakasih dan kepingin membalasnya dengan kebaikan. Bagaimana jika nikmat itu tak terhingga, dan hadir dengan ataupun tanpa kita pesan ?!

Waktu masih cukup lama hari itu, dari pelaksanaan qurban. Sekitar satu bulan. Maka di buatlah sebuah toples menjadi celengan. Ia berniat mulai menabung berapapun agar bisa berqurban.

Sejak itu..., berapapun yang ia punya dan yang ia dapatkan. Selalu toples ini jadi tujuan. Kadang ada jamaah memberinya di pagi hari, sebagai sedekah pagi yang mereka tunaikan.

Ada juga yang menyuruh membelikan sesuatu, dan menghadiahkan uang kembalian. Tak jarang ia membantu menempatkan parkir mobil jamaah, eh malah di kasih uang padahal sudah di tulisi gratis di depan.

Dan banyak momen yang ia dapatkan. Merasa di mudahkan. Seakan berqurban menjadi jalan kemudahan. Yang penting ada niat dan usaha penuh kesungguhan. Hasilnya, biar Alloh yang menentukan.

Setiap habis sholat, selalu dia sempatkan. Untuk matur sama Alloh agar di mudahkan. Di pantaskan menjadi hambaNya yang layak berqurban. Saking harunya kadang kebawa nangis sesengukan.

Kurang seminggu kira- kira dari hari qurban. Di buka toplesnya pelan - pelan. Banyak uangnya recehan. Di hitung dengan deg-degan. Alhamdulillaah terkumpul Rp 950.000 .

Ndak tau cukup atau tidak untuk membeli seekor hewan qurban.
Kemudian ia serahkan kepada seorang ustadz sekaligus minta bantuan. Di belikan sedapetnya yang penting bisa qurban.

Uangnya memang kurang, tapi ternyata Alloh mudahkan. Ada yang Alloh gerakan hatinya nambahi sehingga dapet seekor hewan qurban.

Bahagia dan syukur tidak terhingga, atas semua nikmat yang Alloh berikan. Alhamdulillah dalam bentuk yang sangat sederhana syukur itu, ia bisa ungkapkan.

Semoga dalam penerimaan.
Dan semoga banyak teman, saudara serta jamaah yang ingin mengungkapkan syukur pula, oleh Alloh di mudahkan....!! Read more »

AGAR TIDAK TERLUKA

Ibarat berjalan di sebuah jalan penuh onak dan duri, maka di butuhkan waspada. Agar tidak tertusuk duri dan terluka. Begitulah makna takwa yang mudah di cerna.

Dalam pengawasan terasa. Dan pasti akhirnya dalam pertanggungjawaban di tanya. Rekaman di setiap sudut kehidupan kita selalu ada. Tidak ada yang terjadi kecuali akan ada saksi yang bicara.

Sekalipun hari ini nampak seperti benda mati saja. Bumi, tanaman, bangunan, hewan bahkan apa saja yang ada di dunia. Mereka akan bercerita tentang kita. Tidak ada yang tersembunyi dariNya.

Dalam petunjukNya hidup kita di tata. Semua menjalani kehidupan dengan pilihan dan selera. Yang sesuai dengan petunjuk dan sesuai teladan yang di minta. Inilah yang akan di nilai sebagai pahala.

Dalam persiapan di kehidupan selanjutnya di rencana. Maka banyak pahala di tabung, sebagai bekal setiap masa. Menangkap pahala dengan tenaga dan harta. Agar jauhnya perjalanan, sudah siap bekal pahala untuk ke sana.

Di desain hemat hidupnya di dunia. Agar saat pulang ke kampung akherat ia kaya. Karena sudah banyak simpanan harta dalam bentuk pahala. Juga simpanan kebaikan yang sudah di tukar menjadi pahala.

Dalam penerimaan sempurna. Atas segala kebaikan dan jasa. Dari Yang Maha Memberi dan Maha Kuasa. Setiap manusia sudah di putuskan adil bagian masing - masingnya. Tidak ada yang tertukar bagiannya.

Bila dalam konsep mudah dan sederhana kita punya. Alasan apa yang membuat kita terlena ? Mencari - cari alasan, seakan semua belum ada konsep dan petunjuk dariNya yang sempurna.

Semoga Alloh hidupkan kita di atas jalanNya. Dalam bimbingan dan petunjukNya sepanjang masa....!! Read more »

Kamis, 12 Juli 2018

BUTUH UNTUK MENGERTI

Kebutuhan setiap kita untuk di mengerti, terkadang membuat salah persepsi. Karena penyampaian yang ndak sampai. Atau penjelasan yang belum terpenuhi.

Maka di butuhkan komunikasi...
Bila seorang anak dan orang tuanya, bisa berpeluang salah, karena kurang komunikasi. Begitu juga suami dan istri. Dan banyak orang lagi yang saling berinteraksi. Apalagi seorang hamba dengan Robbnya yang di cintai.

Kurangnya informasi, dan jarangnya komunikasi. Akan membuat salah persepsi. Salah sangka, yang melahirkan buruk perangai. Merasa tidak di tolong atau tidak di kabulkan doanya lagi. Merasa terus terusan di uji.

Buruknya lagi, merasa Alloh tidak adil selama ini. Yang kafir dan jahat terlihat menang, sekalipun mendzalimi. Yang taat beribadah dan menghamba, terlihat kalah terdzalimi.

Yang barusan kemarin berdoa, sudah terjawab yang di ingini. Yang lama berdoa dan menanti, jawaban doanya serasa mengantri. Itu pun yang terjawab sedikit sekali.

Yang lama di cintai, berjuang mendapatkannya setiap hari, malah ndak di miliki. Yang barusan datang kenal, malah yang memiliki. Bahkan prosesnya pun cepat sekali.

Lupa, bahwa Alloh Maha Mengetahui. Semua urusan, termasuk urusan hamba-hambaNya tak terkecuali. Yang tertunda, pasti yang terbaik jika hamba mengerti.
Yang cepat terkabul, pasti juga yang terbaik untuk di jalani.

Urusan hidup nampak seperti sebuah misteri. Namun tidak sesungguhnya jika kita mengerti. Fahami, Alloh berbuat terbaik bagi hambaNya setiap hari.

Dan jika butuh faham akan sesuatu yang masih teka - teki ?
Sholatlah dua rakaat dan bertanya dalam doa sebagai jalan komunikasi. Jika butuh panjang sebuah komunikasi. Maka dalam dalam munajat panjang do'a, silahkan mencurahkan segala isi hati sebagai solusi.

Yang puas meminta kepada Alloh, tidak akan merasa butuh meminta kepada manusia lagi. Yang belum puas meminta kepada Alloh, akan terus kepada manusia meminta dan mencari.

Semoga kita lebih bisa belajar kehidupan ini, dan memahami.Aamiin Read more »

KESENANGAN YANG MENIPU

Mendapatkan lebih banyak dari yang di lakukan ?
Pasti banyak yang menginginkan. Dan mengira ini sebuah keberuntungan. Tanpa curiga di baliknya ada sebuah ancaman.

Datang kepada Al Imam As Syafii Rahimahulloh seorang bapak, mengadukan. Ia bekerja sehari di upah 5 dirham, tapi masih kekurangan. Mohon kiranya petunjuk yang mencerahkan.

Maka, di sarankan datang kepada majikan. Agar upahnya minta di kurangi 1 dirham sehari, sebagai solusi yang mengherankan. Tapi karena saran sang Imam, hal itu di lakukan.

Hasilnya... tambah kekurangan. Bagimana tidak, logikanya 5 dirham sehari aja kurang, apalagi menjadi 4 dirham, lebih kekurangan. Sekalipum berat tetap di jalankan.

Sampai ia bertemu kembali dengan Al Imam As Syafi'i kembali mengadukan. Dan beliau justru menyarankan. Agar kembali datang ke majikan. Dan minta di kurangi lagi 1 dirham sehari, sebagai saran yang lebih mengherankan.

Beberapa waktu kemudian. Ia bertemu kembali dengan sang Imam dalam sebuah pertemuan.
Dan ternyata sudah berkecukupan. Namun ia bingung, kenapa dengan minta di kurangi malah berkecukupan.

Sang Imam menjelaskan. Kamu layaknya mendapat 3 dirham sehari, sebagai penghasilan. Sementara kamu mendapatkan 5 dirham sebagai penghasilan. Maka, 2 dirham yang tidak layak bagimu akan merusak sirkulasi penghasilan. Itu sebabnya kamu dalam kekurangan.

Adapun dhohirnya berkurang secara hitungan. Alloh akan cukupkan dengan keberkahan. Sungguh barokah akan menutup segala kekurangan bahkan akan berkelimpahan.

Jangan senang kalau banyak nikmat yang kita dapatkan. Sementara banyak maksiat yang di lakukan. Sedikit ibadah dan ketaatan. Bisa jadi itu adalah istidroj yang menjadi ancaman. Kesenangan yang berbuah hukuman. Semoga ayat ini memahamkan.

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka,

Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka;

sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka,

Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa" (Al an'am : 44).

Semoga kita waspada, dan mendapat pelajaran.Aamiin Read more »

HARAPAN BUAH DARI JELASNYA TUJUAN

Mengetahui tujuan menimbulkan sebuah harapan. Dan yang membuat seseorang betah dan sabar terhadap ragam ujian. Semakin jelas tujuan, semakin besar harapan.

Ketika seorang istri, mengetahui apa yang menjadi tujuan. Saat ia sebagai istri berperan. Berbagai ujian dan tantangan akan sabar dan tegar di hadapi dalam kehidupan.

Bahwa tiket surga lah yang menjadi tujuan. Pahala yang besar dari yang memberi pahala yang menjadi harapan. Lelahnya berbakti kepada suami dan mengasuh anak-anaknya menjadi indah dalam pandangan.

Dan ketika suami tau apa yang menjadi tujuan. Banyaknya amanah dan beratnya perjuangan mencari nafkah akan menjadi bagian indah kehidupan. Bahkan keringat di jalan mengurus umat menjadi butiran mutiara kebanggaan.

Begitu juga anak yang tau tujuan. Akan cakap mengatur waktu dalam keseharian. Menyiapkan sebanyak mungkin bekal untuk masa depan. Ia lah anak panah yang di lepas untuk menjangkau cita- cita orang tuanya, yang belum kesampaian.

Begitu pun akherat yang menjadi tujuan. Yang memahami apa yang di butuhkan. Akan cakap mengurus hidup dunianya, tanpa banyak kesia-siaan. Begitu banyaknya hal yang harus di kerjakan. Cepat - cepat ia berkomunikasi dengan yang mengatur kehidupan.

Meminta petunjuk Alloh, akan meminimalkan kesalahan. Meminta pertolongan Alloh, akan memaksimalkan banyaknya yang di kerjakan. Mendekat kepada Alloh, akan menjadikan mudah keduanya di dapatkan.

Sampai setelah tujuan hidup ini untuk ibadah di tentukan. Alloh tambahkan. Jangan sampai di sibukan oleh urusan rezeki dan makanan. Karena keduanya sudah dalam jaminan.

Tinggal di minta dan di usahakan semaksimal yang di lakukan.

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku"

Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan

Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (QS. Ad Dzariyat : 56-58)

Semoga kita mendapatkan darinya pelajaran.Aamiin Read more »

JANGAN DI HABISKAN SEMUA

Kecenderungan manusia, menikmati dunia. Di puaskan dirinya hingga suatu masa. Tak lupa berpikir untuk masa depan anak-anaknya, dan hari tua.

Cara cerdas sepertinya, setelah waktunya di habiskan untuk bekerja dan mengumpulkan harta. Dan banyak yang mengikuti cara ini,  serta di jadikan pola.

Ketika ajalnya tiba. Baru terkejut luar biasa. Ternyata itu semua, tidak ada yang di bawa. Yang menurutnya sebentuk rasa cinta. Ternyata hanya berhenti sampai dunia. Tidak ada yang menemaninya apalagi membela.

Agar sesal tak bertambah dan kecewa. Mulailah mengubah pola. Harta boleh di nikmati secukupnya. Tapi jangan di habiskan semua. Ada yang di sisakan untuk ke akherat, di bawa.

Layaknya perjalanan dunia. Perjalanan akherat membutuhkan bekal juga. Bahkan lebih banyak, dari bekal perjalanan yang pernah ada. Karena jauh, dan sulitnya perjalanan ke sana.

Maka, jangan di habiskan semua harta. Hendaklah ada yang ke akherat di bawa. Mobilnya jangan semua hanya di pakai di dunia. Sisakan mobil yang ke akherat, di bawa.

Jangan di habiskan tanah dan rumah di bagi kepada anak - anak saja. Sisakan untuk ke akherat, di bawa. Karena di sana juga butuh itu semua.

Jangan di habiskan semua makanan dan minuman di dunia. Sisakan juga ke akherat, di bawa. Berharap nanti akan di kasih makan dan minum di sana. Sementara kita tidak pernah memesannya, nanti akan kecewa.

Jangan hanya di pakai semua perhiasan di dunia. Sisakan untuk di akherat di pakai dan di bawa. Pakaian bagusnya, juga jangan lupa. Di akherat juga butuh itu semua.

Andai si mati boleh bicara. Mengungkapkan hal apa yang paling membuat sesal dan kecewa. Niscaya mereka akan berkata. Seperti yang Alloh ceritakan, tentang mereka.

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu ( untuk bekal akheratmu ), sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata:

"Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?". (Al Munafiqun : 10)

Sudah di ingatkan oleh Alloh, yang mengatur setiap kehidupan kita. Agar ada bekal ke akherat yang di bawa.
Masih yakin mau di habis di dunia semua ?

Jangan nekat...
Dan jangan di habiskan semua...!
Sisakan untuk di bawa ke sana...!!

Semoga Alloh mudahkan segalanya. Aamiin

#Romadhon Mubarok Read more »

SOLUSI DAN REZEKI TAK BERTEPI

Pingin sih dapat solusi. Pingin juga dapet rezeki tak bertepi. Di bulan Ramadhan semua sangat mungkin sekali. Tapi begitu ngelihat amal yang harus di jalani. Berhasilnya, rasanya kaya ngimpi. Berat sekali..

Amalan taqwa emang pendorong doa agar hajat lebih cepat sampai. Konsepnya ngerti. Ya itu masalahnya, kalau di minta meningkatkan alasannya, di cari - cari.

Padahal ramadhan udah lebih sehari. Bengong aja kalau mau ngaji. Kayak susah banget mushafnya di buka pake jari. Lebih suka buka hp untuk cari informasi atau sekedar cari inspirasi.

Kebaikan yang di hati di minati. Tak semudah badan menjalani. Berat rasanya mengamalkan sekalipum sekedar mbuka mushaf dengan jari. Beberapa menit buat ngaji.

Sekalipun di iming - imingi berjibun janji. Tak banyak menggerakan untuk berbenah diri. Seseorang ternyata ada jarak dirinya, dengan hati. Yang di ingini hati, lebih seringnya oleh anggota badannya di khianati.

Bila ini terjadi......
Segeralah menghadap yang punya hati. Yang Maha membolak balikan hati sangat mengerti tentang hal ini. Mintalah dariNya dalam do'a, agar mendapat kesembuhan sebagi terapi. Karena hatimu sedang sakit terinfeksi.

Begitu mulai hati nyaman dengan do'a di obati. Segeralah menjawab kebaikan kapan pun tau, dan jangan menunda - nunda mengerjakannya nanti - nanti..!

Berteman dengam sahabat yang sholih dan sholihah juga bagian menciptakan suasana sehat bagi hati. Seperti sejuknya udara pagi, membantu proses pemulihan diri.

Kapan hati di rasa sehat, dan tidak lagi terinfeksi ?

Mudah mengukurnya, cukup dengan mengaji. Hati yang sehat dan bersih tak pernah bosan mengaji. Tak pernah kenyang ayat - ayat Alloh di baca setiap hari.

Ramadhan masih membungkus setiap detik waktu yang kita miliki. Keberkahannya masih mengalir setiap hari.

Tangkaplah sebanyak mungkin barokahnya dalam lelahnya ibadah tiada henti...!

Semoga kita menjadi pemenang atas anugerah indah makroja solusi, dan anugerah rezeki tak bertepi.Aamiin Read more »

SEGERALAH BERADAPTASI !

Awal ramadhan banyak amal yang masih adaptasi. Belum biasa di kerjakan setiap hari. Maklum aja belum maksimal kalau di nilai. Masih kurang di sana sini.

Makan Sahur mirip makan pagi. Kayak sarapan di awalkan sekali. Karena makan temanya, mestinya seneng hati. Tapi ternyata yang gak biasa, ndak selera sama sekali.

Kalau bukan petunjuk nabi. Makanlah sahur, di dalamnya ada barokah yang di cari. Dan juga untuk pembeda antara yahudi dan nasrani. Berat juga sebenarnya di jalani.

Makan sahur bisa jam dua, trus tidur lagi. Malah di minta di akhirkan 50 ayat sebelum adzan shubuh dini hari. Hilang dech hobi tidur pagi. Tapi demi ngikut petunjuk nabi ya mentaati.

Apalagi bicara menu sahur yang di rekomendasi. Ada kurma yang bukan makanan kita tiap hari. Gak selera sama sekali. Tapi lagi-lagi karena petunjuk nabi. Nurut juga akhirnya ngikuti.

Suadaraku....
Untuk mendapat puasa yang sempurna nilai. Musti ngikuti petunjuk nabi. Dan tidak identik sama dengan keinginan hati. Bahkan berjuang hati untuk ngikuti petunjuk nabi tadi.

Mumpung masih di awal Ramadhan di mulai. Lebih mudah untuk mengadaptasi. Cepet - cepet nyesuain diri. Agar tidak berkurang dan hilang setiap keutamaan yang menjadi janji.

Selamat berburu barokah dan pahala yang tak ternilai. Semoga menjadi ramadhan terindah dengan kemenangan akhir yang mampu di capai...
!! Read more »

RAMADHAN BULAN SOLUSI

Seorang jamaah berkisah tentang dirinya yang di uji Alloh dengan hutang sejumlah 750 juta. Sudah lebih empat tahun belum kelar juga. Yang berarti empat Ramadhan ia berjumpa. Aneh pikirnya, ada apa ?

Begitu bertemu dan cerita. Fahamlah apa masalahnya. Jelang Ramadhan di tanya. Jam berapa tidur dan bangun di hari biasa. Jawabnya, tidur di hari biasa jam 9-10 an malam biasanya. Bangunnya jam tiga.

Kalau Ramadhan ? Ternyata jawabnya sama. Kalau jam tidur dan bangun hari biasa dan hari ramadhan sama. Trus istimewanya Ramadhan di mana ? Hebatnya kalimat luar biasa juga di mana ?

Ramadhan penuh barokah dan luar biasa. Teramat sayang jika di isi dengan amalan biasa. Sementara kita ingin memanen solusi yang luar biasa. Semestinya polanya berbeda.

Maka di sarankan pada ramadhan yang menjelang di rubah pola. Bukan lagi jam tiga. Yang berarti tahajudnya hanya 1 jam saja. Tapi di naikkan menjadi 4 jam di setiap malamnya.

Memang berat terasa. Malah awalnya seperti tersiksa. Tapi kalau tidak di paksa tidak akan bisa. Sengaja ia kerjakan tidak di rumah, agar tidak tergoda. Ia ke masjid supaya ibadah lebih terjaga.

Sebulan penuh ramadhan malam harinya tahajud 4 jam di jaga. Dengan penuh perjuangan tentunya. Tapi yakin, lebih berat perjuangan dengan bekerja, karena  waktu lebih tersita dan tenaga pun  tersiksa.

Begitu pola ramadhannya di rubah, berubah pula pola makhroja. Alhamdulillah sekitar setahun kemudian masalah hutangnya di lunaskan Alloh semua. Bertambah yakin akan janji Alloh saja.

Bahwa bila bertambah taqwanya, maka akan Alloh tambah makhroja. Merubah taqwa, maknanya juga merubah pola ibadah dari hari biasa. Menjadi yakin bahwa Ramadhan bulan solusi bagi hambaNya.

Semoga ramadhan kita, ramadhan solusi bagi seluruh masalah kita. Dunia dan akherat kelak nanti di sana....! Read more »

LELAH DI JALAN ALLOH, ITU INDAH

Menahan lapar dan dahaga di hari puasa itu memang bikin lemah. Di tambah aktifitas seharian juga bikin lelah. Tidak mendatangi syahwat juga bikin gelisah. Tapi semuanya itu untuk mentaati Alloh, maka akan menjadi indah.

Ikut tarawih bersama di masjid itu juga lelah. Apalagi imamnya bacaanya panjang dan suaranya pecah . Anak - anak rame bikin khusyu dan konsentrasi sholatnya bubrah. Tapi lelah melaksanakan perintah Alloh itu indah.

Membaca al Qur'an lembar demi lembarnya juga lelah. Berlama - lama bikin ndak betah. Apalagi ngantuk datang dan suaranya mulai habis serak, pinginya nyerah. Tapi lelahnya membaca Quran dalam tilawah itu juga indah

Pinginnya juga bersedekah banyak di bulan barokah. Setiap sedekah hati gelisah. Kebutuhan banyak sementara penghasilan kayaknya segitu - gitu aja, gak nambah. Tapi gelisah di jalan Alloh itu juga indah.

Mengajak kebaikan di bulan barokah dalam dakwah, itu juga lelah. Tidak mesti ajakan diterima jamaah, malah kadang marah - marah. Kalau mendapat upah menjadi fitnah. Kalau tidak mendapat upah, waktunya habis ndak ada untuk mencari nafkah.

Bersiap hidup sederhana dan qonaah. Tinggal buat bisnis kecil - kecilan yang penting penghasilan nambah. Kadang terasa mudah, kadang juga susah. Tapi lelah di jalan dakwah itu juga indah.

Pandangan manusia, dan mungkin kita, terhadap lelah di jalan Alloh kadang ya begitulah..
Namun bila meyakini ini semua perintah Alloh yang berbuah pahala dan Jannah. Semua terasa indah.

Ubahlah pandangan dan cara menilai kita di bulan ramadhan yang penuh berkah ini, bahwa dalam setiap lelahnya beribadah. Dengan melihat Alloh yang memerintah. Semua berubah. Untuk Alloh, semuanya indah.

Dan berlelah di jalan Alloh tentu lebih indah..!! Read more »

LAWANLAH KESULITAN DENGAN KEMUDAHAN

Delapan tahun usia pernikahan. Tak kunjung datang momongan. Rasanya keluarga kesepian. Belum lagi di tambah banyaknya omongan. Yang kadang justru malah lebih menyakitkan.

Berbagai cara sudah di lakukan. Termasuk konsultasi ke dokter spesialis, bagian tak terlewatkan. Bagi keluarga yang sudah dapat momongan. Hal ini tak begitu menjadi yang pernah di risaukan.

Apalagi yang anaknya banyak, justru gelisahnya bagaimana memenuhi kebutuhan. Memang sesuatu yang terlewat dalam perhatian.

Hinga sebuah kajian membuatnya hanyut dalam perhatian. Bahwa berapa pun kesulitan, Alloh sudah siapkan solusi secara bersamaan. Hanya butuh mata terlatih dan hati yang peka, mampu melihat di mana solusi di temukan.

Kenapa kesulitan tidak di lawan dengan kemudahan ? Dan kenapa masalah tidak di lawan dengan membuat mudah mereka yang bermasalah dalam kehidupan ?

Kalau kesulitan yang sedang di hadapi adalah hadirnya momongan. Tanggung saja mereka yang kesulitan ketika proses punya momongan, sampai proses kelahiran.

Baginya ini adalah pencerahan. Sesampai di rumah, inilah bahan diskusi dengan istri yang menyimpul dalam sebuah keputusan. Menanggung ibu yang hamil kebutuhanya setiap bulan. Sampai di sempurnakan dengan menanggung biaya persalinan.

Sebuah keluarga hari itu di temukan. Jumlah anaknya 5 dan istrinya sedang mengandung anak ke enam dalam kandungan.
Di sampaikan kepada mereka niat dan tujuan. Mereka menangis bahagia tak menyangka akan dalam tanggungan.

Ajaib.....setelah di lakukan amalan ini 3 bulan. Dan belum sampai menanggung biaya persalinan. Istrinya sudah mengandung penuh bahagia dan kesyukuran. Sujud syukur pun kepada Alloh di sampaikan.

Maha benar Alloh dengan seluruh yang di janjikan. Membuat semua hamba selalu kepadaNya bertawakkal tak putus asa dalam harapan.

Semoga kita tetap setiap di jalan tawakkal yang di janjikan....! Read more »

RAMADHAN YANG TIDAK MERUGI


Siapa yang sukses di bulan Ramadhan ini ?
Tak mudah untuk mengetahui.
Karena tak banyak yang mau menilai. Yang penting di jalani. Terserah Alloh, berapapun di kasih nilai.

Ada yang ketika Ramadhan di dapati. Ia termasuk yang merugi. Tapi juga ada yang ketika Ramadhan di dapati. Ia bisa meraup keuntungan tak bertepi.
Di butuhlan ilmu untuk mengetahui.
Ramadhan seperti apa yang tidak merugi..

Saudaraku...
yang semoga kepadamu Alloh mencintai...

Ramadhan tidak merugi, di ukur dari seberapa banyak tilawah di capai. Seberapa sering lisan kita, melantunkan ayat demi ayatnya berbunyi..
Seberapa lama indahnya bersama dengan Alloh, lewat kitabullah berkomunikasi..

Saudaraku...
yang semoga kepadamu Alloh merahmati...

Ramadhan tidak merugi, di ukur dari seberapa lama, qiyamu lail di jalani. Seberapa jam, lamanya kaki berdiri. Seberapa banyak air mata menangis, untuk semua dosa agar di ampuni.
Hati yang membuncah bahagia bertemu denganNya di sepertiga malam terakhir, hati yang hidup dan tidak mati..

Saudaraku...
yang semoga kepadamu Alloh memberkahi...

Ramadhan tidak merugi, di ukur dari seberapa banyak sedekah yang di jadikan transaksi. Banyaknya rupiah adalah saksi untuk sebuah perjuangan membeli. Walaupun sadar Jannah Alloh tak terbeli. Tapi Rahmat Alloh masih mungkin di iba dengan banyaknya harta, yang di jadikan transaksi.

Bila tiga indikator ramadhan tidak merugi ini, belum membuat kita meyakini. Bacalah..! Bagaimana Alloh mengumumkan hal ini dengan begitu cantiknya dalam ayatNya berbunyi.

" Sesungguhnya mereka yang selalu membaca kitabullah, dan mendirikan sholat, serta mereka yang menginfakkan hartanya, dengan sembunyi dan terang-terangan. Mereka sedang bertransaksi dengan transaksi yang tidak pernah merugi "
QS Fathir : 29

Semoga belum terlambat untuk memperbaiki...!
Menjadikan ramadhan kita beruntung, dan tidak meninggalkan sesal dengan merugi di belakang nanti.....!! Read more »

SOLUSI TERTINGGI

Solusi di bulan Ramadhan banyak yang mencari.
Sekalipun lebih banyak yang tidak peduli. Ramadhan yang penting di jalani. Sampai ramadhan usai. Begitu selesai, lebaran itulah kemenangan yang di cari.

Yang mencari solusi, banyak ragam yang di cari. Dari perbaikan rezeki. Hutang yang tak kunjung terlunasi. Keinginan dan cita - cita yang belum tercapai. Jodoh yang tak kunjung datang menemani. Sampai momongan yang lama tak hadir di nanti.

Namun, ada satu yang lebih penting di fahami. Solusi tertinggi. Dari setiap ramadhan yang mendatangi. Adalah ampunan Alloh atas segala salah dan dosa selama ini.

Perhatikan bagimana petunjuk Nabi. Untuk menjadi pegangan setiap diri. Agar tak kehilangan esensi. Di setiap detik menit ramadhan yang lalui.

" Antara sholat lima waktu, jumat ke jumat selanjutnya, ramadhan kepada ramadhan selanjutnya, adalah penghapus dosa antara rentang keduanya, jika dosa besar di jauhi "

Atas kewajiban dan perintah Alloh yang terabaikan, kita layak mentaubati. Atas larangan Alloh yang kita langgar, kita layak meminta ampunan setiap malam menangisi. Atas kebaikan yang terlewatkan, layak menyesali.

Bila ampunan Alloh kita dapati. Otomatis mengalir kembali rezeki. Karena tidak ada penyumbat rezeki. Yang lebih menyumbat selain dosa yang belum diampuni.

Semoga ramadhan kita, ramadhan yang membersihkan seluruh dosa dan membilasnya. Baik dengam ampunan di maafkan. Atau pun dengan kebaikan banyak, yang menghapusnya... Read more »

MELIHAT YANG TAK TERLIHAT



Bulan obral pahala masih bersama kita. Di putara minggu ke tiga. Yang belum melihat di dalam ramadhan istimewa. Perlu dengan melihatnya lebih seksama. Agar terlihat yang tidak biasa.

Sholat shubuh berjamaah di masjid sudah biasa. Menjadi istimewa jika di ikuti dengan duduk di masjid, mengingat Alloh sampai terbit matahari, sekitar satu jam saja. Di tutup dengan sholat dua rakaat yang tak lama.

Amalan ini senilai pahala haji dan umroh sempurna. Di bulan Ramadhan di kalikan semua kebaikan di dalamnya sampai 700 kebaikan dan pahala. Berarti mencapai pahala 700 haji dan umroh sempurna setiap paginya ?!!

Kualitas puasa, setara dengan kualita amalan yang di lakukan di dalamnya. Kualitas puasa yang bisa menghatamkan 5 juz seharinya, akan berbeda dengan yang mengkhatamkan 10 juz seharinya.

Memberikan buka puasa yang berkualitas puasanya, akan mencopy pahalanya. Bukankah ini istimewa ?!!

Berbuat kebaikan di bulan Ramadhan akan di pahalai 10 sampai 700 pahala. Membaca qur'an yang di beri 700 pahala bukan pahala membaca qur'annya. Tapi di berikan pahala dari membaca setiap hurufnya. Alim laam miim, hurufnya tiga.

Membacanya sekali, berpahala sampai 2100 pahala. Masyaa Alloh...!! Bagi yang berhalangan, terhalang memegang mushaf, bisa mengulang surat al ikhlas beribu kali sesuai selera. Satu surat Al Ikhlas, senilai dari quran sepertiga. Bukankah ini istimewa ?!!

Beristigfar di waktu sahur mendengarnya bukan hal pertama. Ternyata itu amalan ahli surga. Terasa sulit di percaya. Para perindu surga melewatkan begitu saja.

Jlika membacanya sekali sudah di hitung nominasinya. Bagaimana jika yang ringan ini di ulang ribuan kali banyaknya ?. Bukankah ini iatimewa ?!!
Jangan menunggu harinya menjadi biasa. Sesal tak terkira.
Padahal kita butuh bekal yang banyak menuju Surga... Read more »

PESONA AKHLAK MULIA

Tidak tau persis apa yang menjadi rahasia. Tau - tau orang orang ngelihatnya sukses gitu saja. Tentu yang terlihat oleh mata. Dari cara senyumnya, menampilkan rasa bahagia.

Hubungan dengan keluarga mesra. Dengan orangtua dan mertua juga baik baik saja. Sangat di sukai tetangga. Apalagi teman2 yang pernah mengenalnya.

Banyak yang berusaha mencari tau yang menjadi formula. Tak jarang sengaja bertamu sambil mengamati gerak geriknya. Sambil banyak bertanya.

Kalau ketemu siapa saja yang di kenalnya pasti segera ia memberi salam dan menyapa. Tak lupa senyum dan hangat menyambut layaknya bagian dari keluarga.

Suka mengingat kebaikan siapa saja. Dan selalu ingin membalas jasa. Sangat menjaga janji dan kesepakatan yang ada. Bila bergeser sedikit saja dari agenda cepat cepat ia meminta maaf atasnya.

Yang nampak paling kentara. Bila adzan terdengar menyapa. Segera menyambut mendatangi meninggalkan semua acara. Baginya, panggilan pemilik manusia, melebihi panggilan manusia.

Dalam urusan harta. Ia tampilkan sebuah pemandangan penuh pesona. Berbagi harta kepada yang membutuhkan seperti tidak takut kemiskinan menyapa. Penampilan kesehariannya begitu bersahaja dan sederhana.

Tampilan akhlak yang mempesona. Bukan yang pertama. Sejak Rasululloh hadir di dunia menyempurnakannya. Maka, di teladani manusia terbaik sepanjang masa. Semoga terabadikan nama kita di antara nama - nama mereka.... Read more »

TEMAN SEPANJANG MASA

Amalan yang paling di sukai Alloh, amalan yang paling rutin dan disiplinnya di jaga. Maka amalan itu akan menjadi teman yang menemani setiap hari dalam sendiri ataupun bersama banyak manusia.

Menjaga amalan rutin begitu penting, terlebih begitu masuk usia senja. Anak-anak mulai berkeluarga. Tak banyak anak yang siap menemani mengisi hari tua.
Amalan ini akhirnya menjadi teman setia.

Karena seramai apapun dunia kita. Ujungnya kita akan sendiri. Di tempat sepi. Tak ada yang menemani. Rutinitas kebaikan yang sudah membentuk bahagia dalam hati. Akan di hadirkan kembali sebagai teman sejati.

Seperti saat di dunia, rutinitas itu menjadi teman sejati, kelak di sana, itu pula yang menjadi teman sejati.

Lama -lama kesepian tidak ada lagi. Hadirnya anak-anak dan tidak hadirnya hanya untuk tambahan ibadah,  dan tambahan kebaikan sebagai orang tua, dan juga memberi kesempatan anak- anaknya berbakti.

Ibarat makanan,hatinya puas telah mendapatkan makanan yang sesungguhnya. Andaikata ada tambahan makanan, ya di terima. Andaikata tidak pun, tidak mengapa.

Mereka yang terlena, tidak memiliki kebiasaan amalan yang membiasa. Akan merasa kecewa dan terlunta. Saat sendiri tak akan ada lagi yang mau menemaninya.

Akhirnya....., semua akan di tinggal, tak selamanya bersama. Harta, keluarga, dan semua yang di cinta. Hanya amal yang membiasa, kemudian berubah menjadi pahala. Dialah teman kita sepanjang masa.

Semoga amalan - amalan rutin yang di cintai Alloh, di mudahkan Alloh kita menjaganya...!! Read more »